Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar Di SDN Pejagalan 06 PT Dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building Bersama Teach For Indonesia
Kelas : LB64
Dosen : Ketut Budiasa
Waktu : 11 November 2015
Pukul : 14.00 – 16.00
Lokasi : Jln. V RT 015/08 Teluk Gong
Tim yang hadir
Ketua : Indahwaty – 1701300590
Anggota kelompok :
- Alfin Fickry A – 1701321701
- Marsya Deftyrani – 1701363225
- Maydista Batari Indah – 1701310761
- Vallery Septiany – 1701304840
| Dari Kiri ke Kanan Marsya Deftyrani - Alfin Fickry A - Maydista Batari Indah - Bapak Nasiman - Indahwaty - Vallery Septiany |
ISI
A.
Pembahasan Teori
Teori yang kami gunakan dalam praktek di lapangan
pada saat pengerjaan project TFI adalah teori etika yakni Teori hak (The Right
Base Ethics) yang dikemukakan oleh seorang yang bernama Prof. Dr. Kees
Bertens (lahir di Tilburg, Belanda pada tahun 1936) dimana dikatakan bahwa
teori ini digunakan untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perilaku. Bertens
menyimpulkan bahwa pada dasarnya teori hak ini merupakan suatu aspek dari teori
deontologi. Menurut Bertens hal ini disebabkan adanya hak yang berkaitan dengan
kewajiban. Malah dikatakan bahwa, hak dan kewajiban bagaikan dua sisi mata uang
logam.Karena itu teori hak
menurut Bertens sangat cocok dengan pemikiran demokratis. Entah seseorang itu
kaya atau miskin dalam segi ekonominya, dari segi martabatnya tidak ada perbedaan
dan akibatnya ia tidak boleh diperlakukan dengan cara yang berbeda.
Maka dengan pembahasan teori diatas dapat disimpulkan terkait
dengan adanya program Kartu Jakarta Pintar serta Validasi Realisasi 8355 karena kedua hal tersebut menunjukan bahwa
setiap anak memiliki hak yang sama untuk menuntut ilmu dan mendapatkan pendidikan
yang layak, terutama untuk anak-anak yang dapat dikatakan hidup dengan ekonomi
yang kurang ataupun sedang karena mereka tetap dapat bersekolah seperti halnya
anak-anak yang hidup berkecukupan dengan tanpa memikirkan biaya yang harus dikeluarkan
untuk dana pendidikan. Setiap orang memiliki hak untuk sekoah dan mendapatkan pendidikan
yang layak dengan tanpa harus terhalang dengan biaya bagi yang kurang mampu.
Karena adanya program Kartu Jakarta Pintar ini mereka tidak dipungut biaya sedikit
pun untuk menikmati fasilitas pendidikan yang memang menjadi haknya.
B. Kegiatan
Untuk pemenuhan jam community service, kami
mahasiswa Binus University mendapatkan tugas untuk melakukan pendataan terkait
realisasi program KJP dan 8355 yang saat ini sedang dijalankan di beberapa
sekolah di Jakarta. Sebelum kami pergi ke sekolah yang sudah kami pilih, kami
menyempatkan untuk datang ke TFI untuk menanyakan sekolah yang kami pilih
apakah ada data kjp dan 8355. Lalu pihak TFI memberi tahu bahwa sekolah yang
kami pilih yakni SDN Pejagalan 06 Petang hanya bisa dilakukan pendataan kjp
saja karena untuk data 8355 sekolah maupun dinas tidak memiliki data. Jadi kami
hanya melakukan pendataan Kartu Jakarta Pintar (KJP) saja. Setelah itu kami meminta surat izin dari
pihak TFI untuk diberikan kepada sekolah yang kami pilih untuk melakukan
pendataan kjp.
Pada tanggal 3 November 2015, kami mendatangi
sekolah SDN Pejagalan 06 Petang untuk bertemu dengan kepala sekolah yakni Bapak
Nasiman S.AG.M.M guna meminta izin untuk melakukan pendataan Kartu Jakarta Pintar
(KJP). Setelah memasuki sekolah kami disambut baik oleh Bapak Nasiman selaku
kepala sekolah dan beberapa guru serta
petugas TU di SDN Pejagalan 06 Petang. Lalu kami dipersilahkan masuk ke ruangan
kepala sekolah untuk membicarakan maksud kedatangan kami. Setelah beberapa
menit kami menyampaikan maksud kedatangan kami untuk meminta izin, beliau menerima
dengan senang hati serta akan membantu apapun demi kelancaran tugas kami ini.
Kemudian beliau dan petugas TU langsung memberikan data siswa yang mendapatkan
Kartu Jakarta Pintar. Setelah mendapatkan data siswa dari pihak sekolah kami
langsung berdiskusi sembari mencocokan data yang diberikan pihak sekolah dengan
data siswa yang kami dapatkan dari pihak TFI dan kami tidak melihat adanya perbedaan
data. Lalu pihak sekolah menanyakan kapan kami akan datang lagi untuk pendataan
Kartu Jakarta Pintar lalu kami sepakat akan datang lagi pada hari rabu tanggal
11 November 2015 dan pihak sekolah pun setuju. Beliau memberitahu bahwa pada
hari rabu siswa masuk pukul 15.00 – 17.00.
Pada tanggal 11 November 2015, kami mendatangi
sekolah SDN Pejagalan 06 Petang pada pukul 15.00 untuk melakukan pendataan
Kartu Jakarta Pintar di sekolah ini. Setiba disana, kami langsung bergegas
masuk ke dalam sekolah dan bertemu dengan Bapak Nasiman S.AG.M.M selaku kepala
sekolah dan beliau langsung mengajak kami naik ke lantai 2 dan masuk ke kelas
6. Ketika didalam kelas 6 kami langsung berkenalan dan memberi tahu maksud
kedatangan kami, setelag itu para siswa/I menyambut baik dan bersedia membantu
kami untuk mengisi kuesioner yang akan kami bagikan terkait pendataan Kartu
Jakarta Pintar. Kami pun langsung membagikan kuesioner kepada para siswa dan
meminta mereka untuk mengisi sekitar 15 Menit. Tidak lupa kami memberikan
kuesioner untuk Bapak Nasiman selaku kepala sekolah untuk mengisi kuesionernya
juga. ketika beberapa murid menanyakan maksud beberapa soal yang sulit
dimengerti kami sigap membantu menjelaskan kepada mereka. Setelah para siswa
selesai mengisi kuesioner kami langsung mendatangi meja meja siswa untuk
mengambil kuesionernya. Setelah selesai, kami mengucapkan terimakasih kepada
para siswa yang telah bersedia membantu kami dalam mengisi kuesioner dan
sekalian berpamitan kepada para siswa.
C. Sosialiasi
Seperti
yang telah dibahas dalam kegiatan diatas banyak hal bermanfaat yang didapatkan
dalam sebuah sosialisasi, begitupun yang terkait dengan program yang akan atau
sedang dijalankan seperti dapat memperdalam dan mengetahui hal – hal apa saja
yang menjadi manfaat atau kelebihan dari program tersebut, dalam hal ini
berkaitan dengan kjp salah satunya yaitu lebih memahami bahwa banyak hal
positive meliputi adanya arahan bahwa seluruh warga DKI Jakarta menyelesaikan
pendidikan minimal sampai dengan jenjang SMA/SMK.
Kemudian,
dengan adanya sosialisasi akan membuat siswa semakin memahami untuk dan bagi
siapa program tersebut, terutama bagi mereka yang tidak memenuhi persyaratan
agar bisa memahami mengapa mereka tidak terdaftar, karena dalam sosialisasi
dapat menjelaskan bahwa peserta didik pada jenjang satuan pendidikan sekolah
dasar sampai dengan menengah yang secara personal dinyatakan tidak mampu baik
secara materi maupun penghasilan orang tuanya yang tidak memadai untuk memenuhi
kebutuhan dasar pendidikan akan mendapatkan KJP. Maka dari itu, adanya program
dari BINUS University yang bekerja sama dengan TFI ( Teach For Indonesia )
membuat kami harus bisa memahami program tersebut sehingga bisa
mensosialisasikan dengan baik.
D. Pengisian Google Docs Terhadap Entry Data
Dalam
pengisian kuesioner kami membagi sekitar 40 kuesioner pada 40 anak penerima
Kartu Jakarta Pintar (KJP) pada kelas 6, mereka pun menjawab pertanyaan
tersebut dengan arahan kami dan kami memastikan mereka menjawab apa adanya. Kami
menginput data siswa SDN Pejagalan 06 Petang pada tanggal 11 Desember 2015,
kami menginput semua data yang kami terima dan tidak lupa kami lampirkan bukti
salah satu kuesioner yang telah selesai kami isi sesuai jawaban dari siswa/I SDN
Pejagalan 06 Petang.
| kuesioner yang selesai kami input datanya |
E.
Survey
· Survey
Eksternal
Kami
melakukan pendataan kepada siswa SDN Pejagalan 06 Petang sebanyak 40 siswa. Dari
sebagian besar siswa/i tersebut terdapat pertanyaan terkait soal yang sulit namun,
beberapa anak ada juga yang mengerti paham maksud dari pertanyaan yang ada
dalam kuesioner. Dibawah ini kami lampirkan kuesioner KJP sekolah dan kuesioner
KJP siswa.
| Kuesioner Siswa |
| Kuesioner Sekolah |
F. Kesimpulan hasil pendataan dan validasi KJP
SDN Pejagalan 06 Petang
Kesimpulannya
adalah sebagian besar siswa yang tidak paham akan pertanyaan dari kuesioner
yang mereka kerjakan. Namun ada beberapa siswa yang tergolong paham dan
mengerti mengenai Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) tersebut. Siswa yang
terdaftar juga sudah mendapatkan haknya untuk menggunakannya karena memang
keadaan mereka yang tidak mampu.
G. Kesimpulan Pelaksanaan Kegiatan
Kami
sudah melakukan seluruh kegiatan sesuai prosedur yang ditentukan oleh TFI. Dari
seluruh kegiatan ini kami mendapatkan pengalaman baru dan mengetahui program
KJP.
H. Next To Do
Menurut kami, untuk selanjutnya kami harus
memperdalam pengetahuan kami sehingga para siswa – siswi SD bertanya kami dapat
menjelaskan sesuai bahasa yang dapat mereka pahami.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar