Senin, 07 Desember 2015

Laporan SDN Pejagalan 06 Petang

Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar Di SDN Pejagalan 06 PT Dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building Bersama Teach For Indonesia



Kelas : LB64
Dosen : Ketut Budiasa
Waktu : 11 November 2015
Pukul : 14.00 – 16.00
Lokasi : Jln. V RT 015/08 Teluk Gong

Tim yang hadir

Ketua : Indahwaty – 1701300590

Anggota kelompok :
  1. Alfin Fickry A – 1701321701
  2. Marsya Deftyrani – 1701363225
  3. Maydista Batari Indah – 1701310761
  4. Vallery Septiany – 1701304840


Dari Kiri ke Kanan
Marsya Deftyrani - Alfin Fickry A - Maydista Batari Indah - Bapak Nasiman - Indahwaty - Vallery Septiany

ISI
A. Pembahasan Teori
Teori yang kami gunakan dalam praktek di lapangan pada saat pengerjaan project TFI adalah teori etika yakni Teori hak (The Right Base Ethics) yang dikemukakan oleh seorang yang bernama Prof. Dr. Kees Bertens (lahir di Tilburg, Belanda pada tahun 1936) dimana dikatakan bahwa teori ini digunakan untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perilaku. Bertens menyimpulkan bahwa pada dasarnya teori hak ini merupakan suatu aspek dari teori deontologi. Menurut Bertens hal ini disebabkan adanya hak yang berkaitan dengan kewajiban. Malah dikatakan bahwa, hak dan kewajiban bagaikan dua sisi mata uang logam.Karena itu teori hak menurut Bertens sangat cocok dengan pemikiran demokratis. Entah seseorang itu kaya atau miskin dalam segi ekonominya, dari segi martabatnya tidak ada perbedaan dan akibatnya ia tidak boleh diperlakukan dengan cara yang berbeda.
Maka dengan pembahasan teori diatas dapat disimpulkan terkait dengan adanya program  Kartu  Jakarta Pintar serta Validasi Realisasi  8355 karena kedua hal tersebut menunjukan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk menuntut ilmu dan mendapatkan pendidikan yang layak, terutama untuk anak-anak yang dapat dikatakan hidup dengan ekonomi yang kurang ataupun sedang karena mereka tetap dapat bersekolah seperti halnya anak-anak yang hidup berkecukupan dengan tanpa memikirkan biaya yang harus dikeluarkan untuk dana pendidikan. Setiap orang memiliki hak untuk sekoah dan mendapatkan pendidikan yang layak dengan tanpa harus terhalang dengan biaya bagi yang kurang mampu. Karena adanya program Kartu Jakarta Pintar ini mereka tidak dipungut biaya sedikit pun untuk menikmati fasilitas pendidikan yang memang menjadi haknya.

B. Kegiatan
Untuk pemenuhan jam community service, kami mahasiswa Binus University mendapatkan tugas untuk melakukan pendataan terkait realisasi program KJP dan 8355 yang saat ini sedang dijalankan di beberapa sekolah di Jakarta. Sebelum kami pergi ke sekolah yang sudah kami pilih, kami menyempatkan untuk datang ke TFI untuk menanyakan sekolah yang kami pilih apakah ada data kjp dan 8355. Lalu pihak TFI memberi tahu bahwa sekolah yang kami pilih yakni SDN Pejagalan 06 Petang hanya bisa dilakukan pendataan kjp saja karena untuk data 8355 sekolah maupun dinas tidak memiliki data. Jadi kami hanya melakukan pendataan Kartu Jakarta Pintar (KJP) saja.  Setelah itu kami meminta surat izin dari pihak TFI untuk diberikan kepada sekolah yang kami pilih untuk melakukan pendataan kjp.
Pada tanggal 3 November 2015, kami mendatangi sekolah SDN Pejagalan 06 Petang untuk bertemu dengan kepala sekolah yakni Bapak Nasiman S.AG.M.M guna meminta izin untuk melakukan pendataan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Setelah memasuki sekolah kami disambut baik oleh Bapak Nasiman selaku kepala sekolah dan beberapa guru  serta petugas TU di SDN Pejagalan 06 Petang. Lalu kami dipersilahkan masuk ke ruangan kepala sekolah untuk membicarakan maksud kedatangan kami. Setelah beberapa menit kami menyampaikan maksud kedatangan kami untuk meminta izin, beliau menerima dengan senang hati serta akan membantu apapun demi kelancaran tugas kami ini. Kemudian beliau dan petugas TU langsung memberikan data siswa yang mendapatkan Kartu Jakarta Pintar. Setelah mendapatkan data siswa dari pihak sekolah kami langsung berdiskusi sembari mencocokan data yang diberikan pihak sekolah dengan data siswa yang kami dapatkan dari pihak TFI dan kami tidak melihat adanya perbedaan data. Lalu pihak sekolah menanyakan kapan kami akan datang lagi untuk pendataan Kartu Jakarta Pintar lalu kami sepakat akan datang lagi pada hari rabu tanggal 11 November 2015 dan pihak sekolah pun setuju. Beliau memberitahu bahwa pada hari rabu siswa masuk pukul 15.00 – 17.00.
Pada tanggal 11 November 2015, kami mendatangi sekolah SDN Pejagalan 06 Petang pada pukul 15.00 untuk melakukan pendataan Kartu Jakarta Pintar di sekolah ini. Setiba disana, kami langsung bergegas masuk ke dalam sekolah dan bertemu dengan Bapak Nasiman S.AG.M.M selaku kepala sekolah dan beliau langsung mengajak kami naik ke lantai 2 dan masuk ke kelas 6. Ketika didalam kelas 6 kami langsung berkenalan dan memberi tahu maksud kedatangan kami, setelag itu para siswa/I menyambut baik dan bersedia membantu kami untuk mengisi kuesioner yang akan kami bagikan terkait pendataan Kartu Jakarta Pintar. Kami pun langsung membagikan kuesioner kepada para siswa dan meminta mereka untuk mengisi sekitar 15 Menit. Tidak lupa kami memberikan kuesioner untuk Bapak Nasiman selaku kepala sekolah untuk mengisi kuesionernya juga. ketika beberapa murid menanyakan maksud beberapa soal yang sulit dimengerti kami sigap membantu menjelaskan kepada mereka. Setelah para siswa selesai mengisi kuesioner kami langsung mendatangi meja meja siswa untuk mengambil kuesionernya. Setelah selesai, kami mengucapkan terimakasih kepada para siswa yang telah bersedia membantu kami dalam mengisi kuesioner dan sekalian berpamitan kepada para siswa.

C. Sosialiasi
Seperti yang telah dibahas dalam kegiatan diatas banyak hal bermanfaat yang didapatkan dalam sebuah sosialisasi, begitupun yang terkait dengan program yang akan atau sedang dijalankan seperti dapat memperdalam dan mengetahui hal – hal apa saja yang menjadi manfaat atau kelebihan dari program tersebut, dalam hal ini berkaitan dengan kjp salah satunya yaitu lebih memahami bahwa banyak hal positive meliputi adanya arahan bahwa seluruh warga DKI Jakarta menyelesaikan pendidikan minimal sampai dengan jenjang SMA/SMK.
Kemudian, dengan adanya sosialisasi akan membuat siswa semakin memahami untuk dan bagi siapa program tersebut, terutama bagi mereka yang tidak memenuhi persyaratan agar bisa memahami mengapa mereka tidak terdaftar, karena dalam sosialisasi dapat menjelaskan bahwa peserta didik pada jenjang satuan pendidikan sekolah dasar sampai dengan menengah yang secara personal dinyatakan tidak mampu baik secara materi maupun penghasilan orang tuanya yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan akan mendapatkan KJP. Maka dari itu, adanya program dari BINUS University yang bekerja sama dengan TFI ( Teach For Indonesia ) membuat kami harus bisa memahami program tersebut sehingga bisa mensosialisasikan dengan baik.

D. Pengisian Google Docs Terhadap Entry Data
Dalam pengisian kuesioner kami membagi sekitar 40 kuesioner pada 40 anak penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) pada kelas 6, mereka pun menjawab pertanyaan tersebut dengan arahan kami dan kami memastikan mereka menjawab apa adanya. Kami menginput data siswa SDN Pejagalan 06 Petang pada tanggal 11 Desember 2015, kami menginput semua data yang kami terima dan tidak lupa kami lampirkan bukti salah satu kuesioner yang telah selesai kami isi sesuai jawaban dari siswa/I SDN Pejagalan 06 Petang.
kuesioner yang selesai kami input datanya

E.  Survey
·       Survey Eksternal
Kami melakukan pendataan kepada siswa SDN Pejagalan 06 Petang sebanyak 40 siswa. Dari sebagian besar siswa/i tersebut terdapat pertanyaan terkait soal yang sulit namun, beberapa anak ada juga yang mengerti paham maksud dari pertanyaan yang ada dalam kuesioner. Dibawah ini kami lampirkan kuesioner KJP sekolah dan kuesioner KJP siswa.

Kuesioner Siswa

Kuesioner Sekolah

F. Kesimpulan hasil pendataan dan validasi KJP SDN Pejagalan 06 Petang
Kesimpulannya adalah sebagian besar siswa yang tidak paham akan pertanyaan dari kuesioner yang mereka kerjakan. Namun ada beberapa siswa yang tergolong paham dan mengerti mengenai Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) tersebut. Siswa yang terdaftar juga sudah mendapatkan haknya untuk menggunakannya karena memang keadaan mereka yang tidak mampu.

G. Kesimpulan Pelaksanaan Kegiatan
Kami sudah melakukan seluruh kegiatan sesuai prosedur yang ditentukan oleh TFI. Dari seluruh kegiatan ini kami mendapatkan pengalaman baru dan mengetahui program KJP.

H. Next To Do
Menurut kami, untuk selanjutnya kami harus memperdalam pengetahuan kami sehingga para siswa – siswi SD bertanya kami dapat menjelaskan sesuai bahasa yang dapat mereka pahami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar