Jumat, 11 Desember 2015

INPUT DATA KJP

Selamat Malam

Saya ingin melaporkan kegiatan hari ini :

Untuk input data saya membagi tugas dengan ketua kelompok yakni Indahwaty untuk menginput data kjp. Saya bertugas menginput data kjp untuk SDN PEJAGALAN 06 PT sedangkan Indahwaty bertugas menginput data kjp untuk SMP 112 PEJAGALAN. 

Untuk input data kjp SDN PEJAGALAN 06 PT sudah saya selesaikan pada tanggal 11 Desember 2015 sedangkan input data kjp SMP 112 PEJAGALAN baru selesai pada tanggal 16 Desember 2015


Terimakasih

Senin, 07 Desember 2015

Laporan SDN Pejagalan 06 Petang

Pendataan dan Validasi Realisasi Kartu Jakarta Pintar Di SDN Pejagalan 06 PT Dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building Bersama Teach For Indonesia



Kelas : LB64
Dosen : Ketut Budiasa
Waktu : 11 November 2015
Pukul : 14.00 – 16.00
Lokasi : Jln. V RT 015/08 Teluk Gong

Tim yang hadir

Ketua : Indahwaty – 1701300590

Anggota kelompok :
  1. Alfin Fickry A – 1701321701
  2. Marsya Deftyrani – 1701363225
  3. Maydista Batari Indah – 1701310761
  4. Vallery Septiany – 1701304840


Dari Kiri ke Kanan
Marsya Deftyrani - Alfin Fickry A - Maydista Batari Indah - Bapak Nasiman - Indahwaty - Vallery Septiany

ISI
A. Pembahasan Teori
Teori yang kami gunakan dalam praktek di lapangan pada saat pengerjaan project TFI adalah teori etika yakni Teori hak (The Right Base Ethics) yang dikemukakan oleh seorang yang bernama Prof. Dr. Kees Bertens (lahir di Tilburg, Belanda pada tahun 1936) dimana dikatakan bahwa teori ini digunakan untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perilaku. Bertens menyimpulkan bahwa pada dasarnya teori hak ini merupakan suatu aspek dari teori deontologi. Menurut Bertens hal ini disebabkan adanya hak yang berkaitan dengan kewajiban. Malah dikatakan bahwa, hak dan kewajiban bagaikan dua sisi mata uang logam.Karena itu teori hak menurut Bertens sangat cocok dengan pemikiran demokratis. Entah seseorang itu kaya atau miskin dalam segi ekonominya, dari segi martabatnya tidak ada perbedaan dan akibatnya ia tidak boleh diperlakukan dengan cara yang berbeda.
Maka dengan pembahasan teori diatas dapat disimpulkan terkait dengan adanya program  Kartu  Jakarta Pintar serta Validasi Realisasi  8355 karena kedua hal tersebut menunjukan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk menuntut ilmu dan mendapatkan pendidikan yang layak, terutama untuk anak-anak yang dapat dikatakan hidup dengan ekonomi yang kurang ataupun sedang karena mereka tetap dapat bersekolah seperti halnya anak-anak yang hidup berkecukupan dengan tanpa memikirkan biaya yang harus dikeluarkan untuk dana pendidikan. Setiap orang memiliki hak untuk sekoah dan mendapatkan pendidikan yang layak dengan tanpa harus terhalang dengan biaya bagi yang kurang mampu. Karena adanya program Kartu Jakarta Pintar ini mereka tidak dipungut biaya sedikit pun untuk menikmati fasilitas pendidikan yang memang menjadi haknya.

B. Kegiatan
Untuk pemenuhan jam community service, kami mahasiswa Binus University mendapatkan tugas untuk melakukan pendataan terkait realisasi program KJP dan 8355 yang saat ini sedang dijalankan di beberapa sekolah di Jakarta. Sebelum kami pergi ke sekolah yang sudah kami pilih, kami menyempatkan untuk datang ke TFI untuk menanyakan sekolah yang kami pilih apakah ada data kjp dan 8355. Lalu pihak TFI memberi tahu bahwa sekolah yang kami pilih yakni SDN Pejagalan 06 Petang hanya bisa dilakukan pendataan kjp saja karena untuk data 8355 sekolah maupun dinas tidak memiliki data. Jadi kami hanya melakukan pendataan Kartu Jakarta Pintar (KJP) saja.  Setelah itu kami meminta surat izin dari pihak TFI untuk diberikan kepada sekolah yang kami pilih untuk melakukan pendataan kjp.
Pada tanggal 3 November 2015, kami mendatangi sekolah SDN Pejagalan 06 Petang untuk bertemu dengan kepala sekolah yakni Bapak Nasiman S.AG.M.M guna meminta izin untuk melakukan pendataan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Setelah memasuki sekolah kami disambut baik oleh Bapak Nasiman selaku kepala sekolah dan beberapa guru  serta petugas TU di SDN Pejagalan 06 Petang. Lalu kami dipersilahkan masuk ke ruangan kepala sekolah untuk membicarakan maksud kedatangan kami. Setelah beberapa menit kami menyampaikan maksud kedatangan kami untuk meminta izin, beliau menerima dengan senang hati serta akan membantu apapun demi kelancaran tugas kami ini. Kemudian beliau dan petugas TU langsung memberikan data siswa yang mendapatkan Kartu Jakarta Pintar. Setelah mendapatkan data siswa dari pihak sekolah kami langsung berdiskusi sembari mencocokan data yang diberikan pihak sekolah dengan data siswa yang kami dapatkan dari pihak TFI dan kami tidak melihat adanya perbedaan data. Lalu pihak sekolah menanyakan kapan kami akan datang lagi untuk pendataan Kartu Jakarta Pintar lalu kami sepakat akan datang lagi pada hari rabu tanggal 11 November 2015 dan pihak sekolah pun setuju. Beliau memberitahu bahwa pada hari rabu siswa masuk pukul 15.00 – 17.00.
Pada tanggal 11 November 2015, kami mendatangi sekolah SDN Pejagalan 06 Petang pada pukul 15.00 untuk melakukan pendataan Kartu Jakarta Pintar di sekolah ini. Setiba disana, kami langsung bergegas masuk ke dalam sekolah dan bertemu dengan Bapak Nasiman S.AG.M.M selaku kepala sekolah dan beliau langsung mengajak kami naik ke lantai 2 dan masuk ke kelas 6. Ketika didalam kelas 6 kami langsung berkenalan dan memberi tahu maksud kedatangan kami, setelag itu para siswa/I menyambut baik dan bersedia membantu kami untuk mengisi kuesioner yang akan kami bagikan terkait pendataan Kartu Jakarta Pintar. Kami pun langsung membagikan kuesioner kepada para siswa dan meminta mereka untuk mengisi sekitar 15 Menit. Tidak lupa kami memberikan kuesioner untuk Bapak Nasiman selaku kepala sekolah untuk mengisi kuesionernya juga. ketika beberapa murid menanyakan maksud beberapa soal yang sulit dimengerti kami sigap membantu menjelaskan kepada mereka. Setelah para siswa selesai mengisi kuesioner kami langsung mendatangi meja meja siswa untuk mengambil kuesionernya. Setelah selesai, kami mengucapkan terimakasih kepada para siswa yang telah bersedia membantu kami dalam mengisi kuesioner dan sekalian berpamitan kepada para siswa.

C. Sosialiasi
Seperti yang telah dibahas dalam kegiatan diatas banyak hal bermanfaat yang didapatkan dalam sebuah sosialisasi, begitupun yang terkait dengan program yang akan atau sedang dijalankan seperti dapat memperdalam dan mengetahui hal – hal apa saja yang menjadi manfaat atau kelebihan dari program tersebut, dalam hal ini berkaitan dengan kjp salah satunya yaitu lebih memahami bahwa banyak hal positive meliputi adanya arahan bahwa seluruh warga DKI Jakarta menyelesaikan pendidikan minimal sampai dengan jenjang SMA/SMK.
Kemudian, dengan adanya sosialisasi akan membuat siswa semakin memahami untuk dan bagi siapa program tersebut, terutama bagi mereka yang tidak memenuhi persyaratan agar bisa memahami mengapa mereka tidak terdaftar, karena dalam sosialisasi dapat menjelaskan bahwa peserta didik pada jenjang satuan pendidikan sekolah dasar sampai dengan menengah yang secara personal dinyatakan tidak mampu baik secara materi maupun penghasilan orang tuanya yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan akan mendapatkan KJP. Maka dari itu, adanya program dari BINUS University yang bekerja sama dengan TFI ( Teach For Indonesia ) membuat kami harus bisa memahami program tersebut sehingga bisa mensosialisasikan dengan baik.

D. Pengisian Google Docs Terhadap Entry Data
Dalam pengisian kuesioner kami membagi sekitar 40 kuesioner pada 40 anak penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) pada kelas 6, mereka pun menjawab pertanyaan tersebut dengan arahan kami dan kami memastikan mereka menjawab apa adanya. Kami menginput data siswa SDN Pejagalan 06 Petang pada tanggal 11 Desember 2015, kami menginput semua data yang kami terima dan tidak lupa kami lampirkan bukti salah satu kuesioner yang telah selesai kami isi sesuai jawaban dari siswa/I SDN Pejagalan 06 Petang.
kuesioner yang selesai kami input datanya

E.  Survey
·       Survey Eksternal
Kami melakukan pendataan kepada siswa SDN Pejagalan 06 Petang sebanyak 40 siswa. Dari sebagian besar siswa/i tersebut terdapat pertanyaan terkait soal yang sulit namun, beberapa anak ada juga yang mengerti paham maksud dari pertanyaan yang ada dalam kuesioner. Dibawah ini kami lampirkan kuesioner KJP sekolah dan kuesioner KJP siswa.

Kuesioner Siswa

Kuesioner Sekolah

F. Kesimpulan hasil pendataan dan validasi KJP SDN Pejagalan 06 Petang
Kesimpulannya adalah sebagian besar siswa yang tidak paham akan pertanyaan dari kuesioner yang mereka kerjakan. Namun ada beberapa siswa yang tergolong paham dan mengerti mengenai Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) tersebut. Siswa yang terdaftar juga sudah mendapatkan haknya untuk menggunakannya karena memang keadaan mereka yang tidak mampu.

G. Kesimpulan Pelaksanaan Kegiatan
Kami sudah melakukan seluruh kegiatan sesuai prosedur yang ditentukan oleh TFI. Dari seluruh kegiatan ini kami mendapatkan pengalaman baru dan mengetahui program KJP.

H. Next To Do
Menurut kami, untuk selanjutnya kami harus memperdalam pengetahuan kami sehingga para siswa – siswi SD bertanya kami dapat menjelaskan sesuai bahasa yang dapat mereka pahami.

Laporan CB SMP 112 Jakarta

Pendataan Realisasi Kartu Jakarta Pintar (KJP) Di SMP 112 Pejagalan Dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building Bersama Teach For Indonesia

Kelas : LB64
Dosen : Ketut Budiasa
Waktu : 11 November 2015
Pukul : 13.00 – 15.00
Lokasi : Jalan A1 Teluk Gong Pejagalan
Tim yang hadir

Ketua : Indahwaty – 1701300590
Anggota kelompok :

1. Alfin Fickry A – 1701321701
2. Marsya Deftyrani – 1701363225
3. Maydista Batari Indah – 1701310761
4. Vallery Septiany – 1701304840
Dari Kiri ke Kanan
Maydista Batari Indah - Alfin Fickry A - Pak Maryadin - Indahwaty - Vallery Septiany - Marsya Deftyrani


ISI
A. Pembahasan teori
Pada pembahasan teori kali ini kami menggunakan teori  “teori hak (Rights – Based Ethics). Teori ini dikemukakan oleh seorang filsuf yang berasal dari Belanda yang bernama Prof. Dr. Kees Bertens. Teori ini paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Bertens berkesimpulan bahwa pada dasarnya teori hak merupakan salah satu aspek dari deontology. Hal ini disebabkan menurut Bertens karena hak berkaitan dengan kewajiban. Kewajiban satu orang biasanya serentak juga hak dari orang lain. Selain itu dalam teori etika deontology tekanan terbesar ada pada kewajiban. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu teori hak menurut Bertens sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis. Teori hak sekarang sudah begitu popular karena dinilai cocok dengan penghargaan terhadap individu yang memiliki harkat tersendiri. Oleh karena itu manusia individual siapa pun tidak boleh dikorbankan demi tercapainya suatu tujuan yang lain. Menurut rumusannya yang termasuk dari E. Kant yang sudah kita kenal sebagai orang yang meletakkan dasar filosofis untuk deontology. Manusia merupakan suatu tujuan pada dirinya sendiri (an end in itself). Karena itu manusia harus dihormati sebagai suatu tujuan sendiri dan tidak pernah boleh diperlakukan semata-mata sebagai sarana demi tercapainya suatu tujuan yang lain.
Maka sesuai dengan pembahasan teori yang sudah dijelaskan dapat disimpulkan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kartu Jakarta pintar (KJP). Karena selain itu setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak terlebih untuk anak-anak yang mempunyai masalah ekonomi. Dengan adanya program pemerintah kartu Jakarta pintar (KJP) diharapkan anak-anak tersebut mempunyai kesamaan dengan anak-anak yang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dengan adanya kartu Jakarta pintar (KJP) maka dapat membantu anak-anak yang memiliki kekurangan dalam masalah ekonomi dengan mendapatkan pendidikan atau bersekolah layaknya seperti anak-anak yang lainnya.

B. Kegiatan
Pada semester ini mahasiswa Binus University yang mendapatkan mata kuliah CB Professional Development , mendapatkan tugas untuk melakukan pendataan realisasi Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan 8355. Progam Kartu Jakarta Pintar merupakan program dari pemerintah yang bertujuan membantu anak-anak yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sekolah mereka.
Awalnya kami harus memilih sekolah yang akan kami lakukan pendataan terdiri dari 1 SD dan 1 SMA. Namun pada saat akan memilih sekolah ternyata untuk SMA sudah tidak ada lagi sehingga kami memilih SMP yang sudah disediakan oleh TFI. Sekolah yang kelompok kami pilih adalah SMPN 112 Jakarta Utara.  Kami melakukan kunjungan pertama kami ke sekolah pada tanggal 3 November 2015, hal yang kami lakukan pada saat sesampainya di sekolah adalah menemui kepala sekolah SMPN 112 untuk meminta izin dan memberikan surat jalan dari dinas , lalu kami menjelaskan tujuan kedatangan kami ke sekolah yaitu untuk melakukan pengumpulan data mengenai KJP.  Lalu kepala sekolah mengenalkan kami kepada Pak Maryadin selaku operator KJP di sekolah SMPN 112.
Pada tanggal 11 November 2015, kami mendatangi SMP 112 Pejagalan. Kami sampai disekolah sekitar pukul 1 siang dan sesampainya disekolah kami langsung menemui guru yang menghandle program kartu Jakarta pintar disekolah tersebut. Setelah itu kami memasuki ruangan yang dimana ruangan tersebut telah berisikan anak-anak yang mendapatkan kartu Jakarta pintar. Disekolah tersebut yang mendapatkan kartu Jakarta pintar terdiri dari anak kelas 7, 8, dan 9. Ketika kami memasuki ruangan tersebut kami disambut dengan baik oleh anak-anak murid, setelah semuanya berkumpul kami sedikit menjelaskan mengenai apa itu kartu Jakarta pintar dan tujuan kami datang ke sekolah tersebut. Setelah menjelaskan semuanya kami langsung membagikan kuisioner yang telah disiapkan. Pada saat anak-anak mengisi kuisioner masih banyak yang kurang memahami maksud dari pertanyaan yang terdapat di kuisioner tersebut oleh karena itu pada saat pengisian kuisioner kami ikut membantu mereka dengan cara menjelaskan kembali jika ada yang tidak mengerti. Setelah para siswa selesai mengisi kuesioner kami langsung mendatangi meja meja siswa untuk mengambil kuesionernya. Setelah selesai, kami mengucapkan terimakasih kepada para siswa yang telah bersedia membantu kami dalam mengisi kuesioner dan sekalian berpamitan kepada para siswa.

C. Sosialiasi
Seperti yang telah dibahas dalam kegiatan diatas banyak hal bermanfaat yang didapatkan dalam sebuah sosialisasi, begitupun yang terkait dengan program yang akan atau sedang dijalankan seperti dapat memperdalam dan mengetahui hal – hal apa saja yang menjadi manfaat atau kelebihan dari program tersebut, dalam hal ini berkaitan dengan kjp salah satunya yaitu lebih memahami bahwa banyak hal positive meliputi adanya arahan bahwa seluruh warga DKI Jakarta menyelesaikan pendidikan minimal sampai dengan jenjang SMA/SMK.
Kemudian, dengan adanya sosialisasi akan membuat siswa semakin memahami untuk dan bagi siapa program tersebut, terutama bagi mereka yang tidak memenuhi persyaratan agar bisa memahami mengapa mereka tidak terdaftar, karena dalam sosialisasi dapat menjelaskan bahwa peserta didik pada jenjang satuan pendidikan sekolah dasar sampai dengan menengah yang secara personal dinyatakan tidak mampu baik secara materi maupun penghasilan orang tuanya yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan akan mendapatkan KJP. Maka dari itu, adanya program dari BINUS University yang bekerja sama dengan TFI ( Teach For Indonesia ) membuat kami harus bisa memahami program tersebut sehingga bisa mensosialisasikan dengan baik.

D. Pengisian Google Docs Terhadap Entry Data
Dalam pengisian kuesioner kami membagi sekitar 80 kuesioner pada 80 anak penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) pada kelas 7, 8, dan 9 mereka pun menjawab pertanyaan tersebut dengan arahan kami dan kami memastikan mereka menjawab apa adanya. Kami menginput data siswa SMP 112 Pejagalan pada tanggal 16 Desember 2015, kami menginput semua data yang kami terima dan tidak lupa kami lampirkan bukti salah satu kuesioner yang telah selesai kami isi sesuai jawaban dari siswa/I SMP 112 Pejagalan.
Kuesioner yang selesai kami input

E.  Survey
·       Survey Eksternal
Kami melakukan pendataan kepada siswa SMP 112 Pejagalan sebanyak 80 siswa. Dari sebagian besar siswa/i tersebut terdapat pertanyaan terkait soal yang sulit namun, beberapa anak ada juga yang mengerti paham maksud dari pertanyaan yang ada dalam kuesioner. Dibawah ini kami lampirkan kuesioner KJP sekolah dan kuesioner KJP siswa.
 
Kuesioner siswa

Kuesioner Sekolah

F. Kesimpulan hasil pendataan dan validasi KJP SMP 112 Pejagalan
Kesimpulannya adalah sebagian besar siswa yang tidak paham akan pertanyaan dari kuesioner yang mereka kerjakan. Namun ada beberapa siswa yang tergolong paham dan mengerti mengenai Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) tersebut. Siswa yang terdaftar juga sudah mendapatkan haknya untuk menggunakannya karena memang keadaan mereka yang tidak mampu.

G. Kesimpulan Pelaksanaan Kegiatan
Kami sudah melakukan seluruh kegiatan sesuai prosedur yang ditentukan oleh TFI. Dari seluruh kegiatan ini kami mendapatkan pengalaman baru dan mengetahui program KJP.

H. Next To Do
Menurut kami, untuk selanjutnya kami harus memperdalam pengetahuan kami sehingga ketika para siswa – siswi SMP bertanya kami dapat menjelaskan sesuai bahasa yang dapat mereka pahami.