Pendataan
Realisasi Kartu Jakarta Pintar (KJP) Di SMP 112 Pejagalan Dalam Penerapan Mata
Kuliah Character Building Bersama Teach For Indonesia
Kelas : LB64
Dosen : Ketut
Budiasa
Waktu : 11
November 2015
Pukul : 13.00 – 15.00
Lokasi : Jalan
A1 Teluk Gong Pejagalan
Tim yang hadir
Ketua : Indahwaty –
1701300590
Anggota kelompok :
1. Alfin Fickry A – 1701321701
2. Marsya Deftyrani – 1701363225
3. Maydista Batari Indah –
1701310761
4. Vallery Septiany – 1701304840
 |
Dari Kiri ke Kanan Maydista Batari Indah - Alfin Fickry A - Pak Maryadin - Indahwaty - Vallery Septiany - Marsya Deftyrani |
ISI
A. Pembahasan teori
Pada
pembahasan teori kali ini kami menggunakan teori “teori hak (Rights – Based Ethics). Teori ini
dikemukakan oleh seorang filsuf yang berasal dari Belanda yang bernama Prof.
Dr. Kees Bertens. Teori ini paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik
buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Bertens berkesimpulan bahwa pada
dasarnya teori hak merupakan salah satu aspek dari deontology. Hal ini
disebabkan menurut Bertens karena hak berkaitan dengan kewajiban. Kewajiban
satu orang biasanya serentak juga hak dari orang lain. Selain itu dalam teori
etika deontology tekanan terbesar ada pada kewajiban. Hak didasarkan atas
martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu teori hak
menurut Bertens sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis. Teori hak
sekarang sudah begitu popular karena dinilai cocok dengan penghargaan terhadap
individu yang memiliki harkat tersendiri. Oleh karena itu manusia individual
siapa pun tidak boleh dikorbankan demi tercapainya suatu tujuan yang lain.
Menurut rumusannya yang termasuk dari E. Kant yang sudah kita kenal sebagai
orang yang meletakkan dasar filosofis untuk deontology. Manusia merupakan suatu
tujuan pada dirinya sendiri (an end in itself). Karena itu manusia harus
dihormati sebagai suatu tujuan sendiri dan tidak pernah boleh diperlakukan
semata-mata sebagai sarana demi tercapainya suatu tujuan yang lain.
Maka
sesuai dengan pembahasan teori yang sudah dijelaskan dapat disimpulkan bahwa
setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kartu Jakarta pintar
(KJP). Karena selain itu setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak
terlebih untuk anak-anak yang mempunyai masalah ekonomi. Dengan adanya program
pemerintah kartu Jakarta pintar (KJP) diharapkan anak-anak tersebut mempunyai
kesamaan dengan anak-anak yang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Dengan adanya kartu Jakarta pintar (KJP) maka dapat membantu anak-anak yang
memiliki kekurangan dalam masalah ekonomi dengan mendapatkan pendidikan atau
bersekolah layaknya seperti anak-anak yang lainnya.
B. Kegiatan
Pada semester ini mahasiswa Binus University
yang mendapatkan mata kuliah CB Professional Development , mendapatkan tugas
untuk melakukan pendataan realisasi Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan 8355. Progam
Kartu Jakarta Pintar merupakan program dari pemerintah yang bertujuan membantu
anak-anak yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sekolah mereka.
Awalnya kami harus memilih sekolah yang akan
kami lakukan pendataan terdiri dari 1 SD dan 1 SMA. Namun pada saat akan
memilih sekolah ternyata untuk SMA sudah tidak ada lagi sehingga kami memilih
SMP yang sudah disediakan oleh TFI. Sekolah yang kelompok kami pilih adalah
SMPN 112 Jakarta Utara. Kami melakukan
kunjungan pertama kami ke sekolah pada tanggal 3 November 2015, hal yang kami
lakukan pada saat sesampainya di sekolah adalah menemui kepala sekolah SMPN 112
untuk meminta izin dan memberikan surat jalan dari dinas , lalu kami
menjelaskan tujuan kedatangan kami ke sekolah yaitu untuk melakukan pengumpulan
data mengenai KJP. Lalu kepala sekolah
mengenalkan kami kepada Pak Maryadin selaku operator KJP di sekolah SMPN 112.
Pada
tanggal 11 November 2015, kami mendatangi SMP
112 Pejagalan. Kami sampai disekolah sekitar pukul 1 siang dan sesampainya
disekolah kami langsung menemui guru yang menghandle program kartu Jakarta pintar
disekolah tersebut. Setelah itu kami memasuki ruangan yang dimana ruangan
tersebut telah berisikan anak-anak yang mendapatkan kartu Jakarta pintar.
Disekolah tersebut yang mendapatkan kartu Jakarta pintar terdiri dari anak
kelas 7, 8, dan 9. Ketika kami memasuki ruangan tersebut kami disambut dengan
baik oleh anak-anak murid, setelah semuanya berkumpul kami sedikit menjelaskan
mengenai apa itu kartu Jakarta pintar dan tujuan kami datang ke sekolah
tersebut. Setelah menjelaskan semuanya kami langsung membagikan kuisioner yang
telah disiapkan. Pada saat anak-anak mengisi kuisioner masih banyak yang kurang
memahami maksud dari pertanyaan yang terdapat di kuisioner tersebut oleh karena
itu pada saat pengisian kuisioner kami ikut membantu mereka dengan cara menjelaskan
kembali jika ada yang tidak mengerti. Setelah para
siswa selesai mengisi kuesioner kami langsung mendatangi meja meja siswa untuk
mengambil kuesionernya. Setelah selesai, kami mengucapkan terimakasih kepada
para siswa yang telah bersedia membantu kami dalam mengisi kuesioner dan
sekalian berpamitan kepada para siswa.
C. Sosialiasi
Seperti
yang telah dibahas dalam kegiatan diatas banyak hal bermanfaat yang didapatkan
dalam sebuah sosialisasi, begitupun yang terkait dengan program yang akan atau
sedang dijalankan seperti dapat memperdalam dan mengetahui hal – hal apa saja
yang menjadi manfaat atau kelebihan dari program tersebut, dalam hal ini
berkaitan dengan kjp salah satunya yaitu lebih memahami bahwa banyak hal
positive meliputi adanya arahan bahwa seluruh warga DKI Jakarta menyelesaikan
pendidikan minimal sampai dengan jenjang SMA/SMK.
Kemudian,
dengan adanya sosialisasi akan membuat siswa semakin memahami untuk dan bagi
siapa program tersebut, terutama bagi mereka yang tidak memenuhi persyaratan
agar bisa memahami mengapa mereka tidak terdaftar, karena dalam sosialisasi
dapat menjelaskan bahwa peserta didik pada jenjang satuan pendidikan sekolah
dasar sampai dengan menengah yang secara personal dinyatakan tidak mampu baik
secara materi maupun penghasilan orang tuanya yang tidak memadai untuk memenuhi
kebutuhan dasar pendidikan akan mendapatkan KJP. Maka dari itu, adanya program
dari BINUS University yang bekerja sama dengan TFI ( Teach For Indonesia )
membuat kami harus bisa memahami program tersebut sehingga bisa
mensosialisasikan dengan baik.
D. Pengisian Google Docs Terhadap Entry Data
Dalam
pengisian kuesioner kami membagi sekitar 80 kuesioner pada 80 anak penerima
Kartu Jakarta Pintar (KJP) pada kelas 7, 8, dan 9 mereka pun menjawab
pertanyaan tersebut dengan arahan kami dan kami memastikan mereka menjawab apa
adanya. Kami menginput data siswa SMP 112 Pejagalan pada tanggal 16 Desember
2015, kami menginput semua data yang kami terima dan tidak lupa kami lampirkan
bukti salah satu kuesioner yang telah selesai kami isi sesuai jawaban dari
siswa/I SMP 112 Pejagalan.
 |
| Kuesioner yang selesai kami input |
E.
Survey
· Survey
Eksternal
Kami
melakukan pendataan kepada siswa SMP 112 Pejagalan sebanyak 80 siswa. Dari sebagian
besar siswa/i tersebut terdapat pertanyaan terkait soal yang sulit namun,
beberapa anak ada juga yang mengerti paham maksud dari pertanyaan yang ada
dalam kuesioner. Dibawah ini kami lampirkan kuesioner KJP sekolah dan kuesioner
KJP siswa.
 |
| Kuesioner siswa |
 |
| Kuesioner Sekolah |
F. Kesimpulan hasil pendataan dan validasi KJP
SMP 112 Pejagalan
Kesimpulannya
adalah sebagian besar siswa yang tidak paham akan pertanyaan dari kuesioner
yang mereka kerjakan. Namun ada beberapa siswa yang tergolong paham dan
mengerti mengenai Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) tersebut. Siswa yang
terdaftar juga sudah mendapatkan haknya untuk menggunakannya karena memang
keadaan mereka yang tidak mampu.
G. Kesimpulan Pelaksanaan Kegiatan
Kami
sudah melakukan seluruh kegiatan sesuai prosedur yang ditentukan oleh TFI. Dari
seluruh kegiatan ini kami mendapatkan pengalaman baru dan mengetahui program
KJP.
H. Next To Do
Menurut kami, untuk selanjutnya kami harus
memperdalam pengetahuan kami sehingga ketika para siswa – siswi SMP bertanya
kami dapat menjelaskan sesuai bahasa yang dapat mereka pahami.