Senin, 07 Desember 2015

Laporan CB SMP 112 Jakarta

Pendataan Realisasi Kartu Jakarta Pintar (KJP) Di SMP 112 Pejagalan Dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building Bersama Teach For Indonesia

Kelas : LB64
Dosen : Ketut Budiasa
Waktu : 11 November 2015
Pukul : 13.00 – 15.00
Lokasi : Jalan A1 Teluk Gong Pejagalan
Tim yang hadir

Ketua : Indahwaty – 1701300590
Anggota kelompok :

1. Alfin Fickry A – 1701321701
2. Marsya Deftyrani – 1701363225
3. Maydista Batari Indah – 1701310761
4. Vallery Septiany – 1701304840
Dari Kiri ke Kanan
Maydista Batari Indah - Alfin Fickry A - Pak Maryadin - Indahwaty - Vallery Septiany - Marsya Deftyrani


ISI
A. Pembahasan teori
Pada pembahasan teori kali ini kami menggunakan teori  “teori hak (Rights – Based Ethics). Teori ini dikemukakan oleh seorang filsuf yang berasal dari Belanda yang bernama Prof. Dr. Kees Bertens. Teori ini paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Bertens berkesimpulan bahwa pada dasarnya teori hak merupakan salah satu aspek dari deontology. Hal ini disebabkan menurut Bertens karena hak berkaitan dengan kewajiban. Kewajiban satu orang biasanya serentak juga hak dari orang lain. Selain itu dalam teori etika deontology tekanan terbesar ada pada kewajiban. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu teori hak menurut Bertens sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis. Teori hak sekarang sudah begitu popular karena dinilai cocok dengan penghargaan terhadap individu yang memiliki harkat tersendiri. Oleh karena itu manusia individual siapa pun tidak boleh dikorbankan demi tercapainya suatu tujuan yang lain. Menurut rumusannya yang termasuk dari E. Kant yang sudah kita kenal sebagai orang yang meletakkan dasar filosofis untuk deontology. Manusia merupakan suatu tujuan pada dirinya sendiri (an end in itself). Karena itu manusia harus dihormati sebagai suatu tujuan sendiri dan tidak pernah boleh diperlakukan semata-mata sebagai sarana demi tercapainya suatu tujuan yang lain.
Maka sesuai dengan pembahasan teori yang sudah dijelaskan dapat disimpulkan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kartu Jakarta pintar (KJP). Karena selain itu setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak terlebih untuk anak-anak yang mempunyai masalah ekonomi. Dengan adanya program pemerintah kartu Jakarta pintar (KJP) diharapkan anak-anak tersebut mempunyai kesamaan dengan anak-anak yang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dengan adanya kartu Jakarta pintar (KJP) maka dapat membantu anak-anak yang memiliki kekurangan dalam masalah ekonomi dengan mendapatkan pendidikan atau bersekolah layaknya seperti anak-anak yang lainnya.

B. Kegiatan
Pada semester ini mahasiswa Binus University yang mendapatkan mata kuliah CB Professional Development , mendapatkan tugas untuk melakukan pendataan realisasi Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan 8355. Progam Kartu Jakarta Pintar merupakan program dari pemerintah yang bertujuan membantu anak-anak yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sekolah mereka.
Awalnya kami harus memilih sekolah yang akan kami lakukan pendataan terdiri dari 1 SD dan 1 SMA. Namun pada saat akan memilih sekolah ternyata untuk SMA sudah tidak ada lagi sehingga kami memilih SMP yang sudah disediakan oleh TFI. Sekolah yang kelompok kami pilih adalah SMPN 112 Jakarta Utara.  Kami melakukan kunjungan pertama kami ke sekolah pada tanggal 3 November 2015, hal yang kami lakukan pada saat sesampainya di sekolah adalah menemui kepala sekolah SMPN 112 untuk meminta izin dan memberikan surat jalan dari dinas , lalu kami menjelaskan tujuan kedatangan kami ke sekolah yaitu untuk melakukan pengumpulan data mengenai KJP.  Lalu kepala sekolah mengenalkan kami kepada Pak Maryadin selaku operator KJP di sekolah SMPN 112.
Pada tanggal 11 November 2015, kami mendatangi SMP 112 Pejagalan. Kami sampai disekolah sekitar pukul 1 siang dan sesampainya disekolah kami langsung menemui guru yang menghandle program kartu Jakarta pintar disekolah tersebut. Setelah itu kami memasuki ruangan yang dimana ruangan tersebut telah berisikan anak-anak yang mendapatkan kartu Jakarta pintar. Disekolah tersebut yang mendapatkan kartu Jakarta pintar terdiri dari anak kelas 7, 8, dan 9. Ketika kami memasuki ruangan tersebut kami disambut dengan baik oleh anak-anak murid, setelah semuanya berkumpul kami sedikit menjelaskan mengenai apa itu kartu Jakarta pintar dan tujuan kami datang ke sekolah tersebut. Setelah menjelaskan semuanya kami langsung membagikan kuisioner yang telah disiapkan. Pada saat anak-anak mengisi kuisioner masih banyak yang kurang memahami maksud dari pertanyaan yang terdapat di kuisioner tersebut oleh karena itu pada saat pengisian kuisioner kami ikut membantu mereka dengan cara menjelaskan kembali jika ada yang tidak mengerti. Setelah para siswa selesai mengisi kuesioner kami langsung mendatangi meja meja siswa untuk mengambil kuesionernya. Setelah selesai, kami mengucapkan terimakasih kepada para siswa yang telah bersedia membantu kami dalam mengisi kuesioner dan sekalian berpamitan kepada para siswa.

C. Sosialiasi
Seperti yang telah dibahas dalam kegiatan diatas banyak hal bermanfaat yang didapatkan dalam sebuah sosialisasi, begitupun yang terkait dengan program yang akan atau sedang dijalankan seperti dapat memperdalam dan mengetahui hal – hal apa saja yang menjadi manfaat atau kelebihan dari program tersebut, dalam hal ini berkaitan dengan kjp salah satunya yaitu lebih memahami bahwa banyak hal positive meliputi adanya arahan bahwa seluruh warga DKI Jakarta menyelesaikan pendidikan minimal sampai dengan jenjang SMA/SMK.
Kemudian, dengan adanya sosialisasi akan membuat siswa semakin memahami untuk dan bagi siapa program tersebut, terutama bagi mereka yang tidak memenuhi persyaratan agar bisa memahami mengapa mereka tidak terdaftar, karena dalam sosialisasi dapat menjelaskan bahwa peserta didik pada jenjang satuan pendidikan sekolah dasar sampai dengan menengah yang secara personal dinyatakan tidak mampu baik secara materi maupun penghasilan orang tuanya yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan akan mendapatkan KJP. Maka dari itu, adanya program dari BINUS University yang bekerja sama dengan TFI ( Teach For Indonesia ) membuat kami harus bisa memahami program tersebut sehingga bisa mensosialisasikan dengan baik.

D. Pengisian Google Docs Terhadap Entry Data
Dalam pengisian kuesioner kami membagi sekitar 80 kuesioner pada 80 anak penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) pada kelas 7, 8, dan 9 mereka pun menjawab pertanyaan tersebut dengan arahan kami dan kami memastikan mereka menjawab apa adanya. Kami menginput data siswa SMP 112 Pejagalan pada tanggal 16 Desember 2015, kami menginput semua data yang kami terima dan tidak lupa kami lampirkan bukti salah satu kuesioner yang telah selesai kami isi sesuai jawaban dari siswa/I SMP 112 Pejagalan.
Kuesioner yang selesai kami input

E.  Survey
·       Survey Eksternal
Kami melakukan pendataan kepada siswa SMP 112 Pejagalan sebanyak 80 siswa. Dari sebagian besar siswa/i tersebut terdapat pertanyaan terkait soal yang sulit namun, beberapa anak ada juga yang mengerti paham maksud dari pertanyaan yang ada dalam kuesioner. Dibawah ini kami lampirkan kuesioner KJP sekolah dan kuesioner KJP siswa.
 
Kuesioner siswa

Kuesioner Sekolah

F. Kesimpulan hasil pendataan dan validasi KJP SMP 112 Pejagalan
Kesimpulannya adalah sebagian besar siswa yang tidak paham akan pertanyaan dari kuesioner yang mereka kerjakan. Namun ada beberapa siswa yang tergolong paham dan mengerti mengenai Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) tersebut. Siswa yang terdaftar juga sudah mendapatkan haknya untuk menggunakannya karena memang keadaan mereka yang tidak mampu.

G. Kesimpulan Pelaksanaan Kegiatan
Kami sudah melakukan seluruh kegiatan sesuai prosedur yang ditentukan oleh TFI. Dari seluruh kegiatan ini kami mendapatkan pengalaman baru dan mengetahui program KJP.

H. Next To Do
Menurut kami, untuk selanjutnya kami harus memperdalam pengetahuan kami sehingga ketika para siswa – siswi SMP bertanya kami dapat menjelaskan sesuai bahasa yang dapat mereka pahami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar